A Week to Forever

A Week to Forever Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya Tujuh hari Seratus lima puluh empat jam Dan bum Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buya

  • Title: A Week to Forever
  • Author: Stephanie Zen
  • ISBN: 9786020305011
  • Page: 139
  • Format: Mass Market Paperback
    • [PDF] ↠ Free Download ↠ A Week to Forever : by Stephanie Zen ↠
      139 Stephanie Zen
    • thumbnail Title: [PDF] ↠ Free Download ↠ A Week to Forever : by Stephanie Zen ↠
      Posted by:Stephanie Zen
      Published :2019-04-24T02:25:20+00:00

    Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.Tujuh hari Seratus lima puluh empat jam Dan bum Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang duluAmaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.Tujuh hari Seratus lima puluh empat jam Dan bum Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai.Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali.Satu minggu business trip di Singapura Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun.Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya

    Comment 287

    • Dini NovitaSari says:

      Hm, galau juga nih ngasih bintangnya berapa. :) Tapi jujur aja ya, akhirnya kesan secara keseluruhan, saya nggak bisa bilang "I like it" jadi bintang tiga, tapi bukan "nggak suka" banget juga. Singkat kata, ada beberapa hal yang mengganjal jadinya bintangnya 2.5 :)Begini:1. Cukup disayangkan kenapa GPU labil masalah label novel. Di depan ada logo Metropop, di belakang ada logo Chrom (Christian romance--label baru GPU awal tahun ini). Pada kenyataannya, ketika dibaca novel ini Chrom banget. Hm, b [...]

    • michelle wirnata says:

      Wow, a very surprising Christian romance novel!Pertama lihat ini di iklan Majalah Pearl, ditambah dengan label Christian romance, jadi tertarik banget buat baca.Dua hal yang saya dapatkan adalah pertama, saya dapet emosi dan atmosfer dalam cerita. Mungkin juga karena manusia yang satu ini sensitif, jadi mataku berkaca-kaca terus saat membaca. Haha. Kedua, hal-hal rohani seperti cell group, gaya pacaran yang benar dan dewasa, manusia kristiani yang tidak sempurna, semua ada di novel ini dan seben [...]

    • Meliana says:

      Amaya Jasmine tidak menyangka bahwa dalam perjalanan dinasnya ke SIngapura dia akan kembali bertemu dengan seseorang dari masa lalunya, seseorang yang pernah mengisi hatinya tapi tak pernah terwujud. Amaya tak percaya bahwa Dirga masih ingat dengan tempat makanan favoritnya, bahkan masih ingat dengan detail segala tentang Amaya. Jauh di lubuk hatinya dia ingin mengatakan perasaannya pada Dirga yang dia pendam sewaktu mereka berteman dalam kelompok sel gereja, tapi Amaya mengurungkan niatnya kare [...]

    • Viktoria says:

      AAAAAAHHHHH!!!! #histerisIni novel genre ChRom (Christian Romance) pertama yang saya baca, dan… saya terenyuh. Asli! Narasinya, dialognya, obrolan Dirga-Amaya bikin saya geregetan dan nyeuuh banget rasanya (apalagi pas tau Amaya udah tunangan dan mau nikah, sakit hati ini kalo jadi Dirga)Alur cerita yang maju mundur juga bikin terenyuh. Saya bisa melihat kedekatan Amaya dan Dirga dulu sambil menikmati pertemuan-setelah-6-tahun mereka. Dapet banget momen-momen cute Amaya-Dirga, hihi! Saya agak [...]

    • Caca Venthine says:

      Wow Sekali lagi ah, WOOWWWWW!! Dibikin nyeuuhh nih hati sama ceritanya. Dan ngerasa tertegur dengan segala pertolongan Tuhan yg tepat pada waktuNya. Cerita yg manis dan dikemas secara apik oleh penulisnya.Btw, baru kali ini ya ci Zen bikin cerita alur maju mundur gini. Alur masa lalu dan masa sekarang, dan memang agak dibikin tercengang jg sih *ceilaahh* Oke untuk cerita gimana? Diliat dari sinoposis nya pun kita udah pasti bisa nebak alur ceritanya.Tentang Amaya dan Dirga, yang teman 1 gereja y [...]

    • Biondy says:

      Dalam perjalanan tugasnya ke Singapura, Jasmine bertemu kembali dengan Dirga, seorang pria muda yang memiliki makna khusus bagi masa lalu gadis itu. Di Singapura jugalah, sekali lagi, Jasmine bergulat dengan perasaannya sendiri, dengan masa lalu yang belum selesai, serta kenyataan bahwa dia kini telah memiliki tunangan yang akan menikahinya.Ini rasanya novel Chrom/Metropop pertama yang kubaca. Perpaduan nuansanya cukup menarik. Kehidupan di kota besar + rasa kristiani yang kuat. Unsur glamornya [...]

    • Angel Supit says:

      Ini adalah buku christian romance pertama yang saya baca. Buku ini direkomendasikan oleh teman kelompok kecil saya.Alur cerita dan bahasanya sangat menarik dan ringan. Hanya beberapa jam saja untuk melahap habis buku ini dari awal sampai tuntas.Bermanfaat dan cocok untuk yang sedang menggumulkan teman hidup :)After all, they see God's wonderful work in their lives because they obeyed and waited Him patiently.Just keep asking and believe!

    • Just_denok says:

      Yap!Setelah beberapa lama, akhirnya semalam melanjutkan membaca novel ini dan menamatkannya pagi ini.Secara keseluruhan cerita, aku suka. Adem banget cara penulis menceritakan how Dirga loves Amaya?cinta dengan kasih, bukan cinta yang menggebu-gebu.

    • Melysa Rh says:

      To be honest, konfliknya terlalu biasa. Alurnya juga agak lambat, bahkan walaupun udah loncat baca 2-3 halaman, saya masih bisa nyambung dengan ceritanya.

    • lily says:

      3.75 stars but this deserves the round-up. Makes me reflect on my faith in God.

    • Sarah Safirah says:

      Well, secara teknis bisa saya katakan jika saya tertipu oleh (1) Cover atau sampul depan; (2) Label "Metropop"; dan (3) Nama Besar PenerbitSejujurnya, saya tipe pembaca apapun dengan berbagai latar genre yang ada didalamnya, termasuk mungkin latar belakang agama yang diceritan dalam buku tersebut.Opini ini saya buat se-objektif mungkin tanpa bermaksud untuk menjelek-jelekan suatu agama atau sebuah provokasi untuk menyukutkan agama apapun.Okay, akan saya mulai dari latar kondisi tokoh-tokoh di da [...]

    • Amanda Linhan says:

      Ini untuk pertama kalinya aku memberi review untuk bacaanku. Buku ini sangat bagus! Aku cukup sering baca karya Stephanie Zen, dan ini adalah salah satu karyanya yang terbagus yang pernah kubaca. Buku ini juga sangat memberkatiku secara pribadi. Mengingatkanku untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan, serta mengingatkan dan menguatkanku untuk tetap sabar dalam menanti waktu Tuhan. Semoga ke depannya aku juga bisa menjadi penulis seperti kakak, yang karyanya bisa menjadi berkat bagi [...]

    • Carolina says:

      A week to forever merupakan buku kedua dari Stephanie Zen yang saya baca, sebelumnya baca Between The Raindrops. Dua-duanya bertema cinta, ketaatan akan Tuhan yang ditulis dengan setting kota antara Jakarta, Surabaya, dan Singapur._____Secara pribadi saya cukup menyukai buku ini. Dan jujur saja beberapa kata-katanya sangat mengena, sebut saja disaat mereka mempercayai rencana Tuhan hingga detik-detik terakhir. Well, secara tidak langsung buku ini membukakan mata saya mengenai beberapa hal :)

    • Gistii Adistie says:

      A week to forever.Banyak hal yang berkesan dari novel ini. Karena buku ini adalah kado ulang tahun dari tunangan saya, dan alasan kedua adalah isi ceritanya yang dikemas secara apik.Alur ceritanya maju-mundur, tapi tetep asikk buat dibaca. Gimana masalalu antara Dirga dan Amaya, lalu kisah caleb yang nyatanya tidak sesuai dengan harapan saya. Ah, menurut saya cerita ini bagus banget.I recommend this book!

    • Devya Widhiyanti says:

      Seperti biasa novel-novel dari Stephanie Zen memang tidak pernah mengecewakan. Namun gara-gara saya sudah baca more than words duluan jadinya gak excited lagi bacanya. Saya selalu suka caranya Stephanie menceritakan sesuatu. Kalau kekurangannya. duh agak susah nih nentuin apa kekurangannya. Mungkin karena aku bacanya kurang excited dan aku bacanya terpotong-potong, aku jadi kurang menghayati ceritanya. hahaha but still recommended kok

    • Lucy Susanti says:

      Keren bangett Bukan hanya asyik membaca novelnya. Melalui novel ini saya belajar banyak hal, mempercayakan hidup kita kepada Tuhan salah satunya.Dirga is Godly man. really love his character. takut akan Tuhan dan benar2 percaya kepada Tuhan. Dia juga taat sama Tuhan dan tidak ingin membuat Tuhan sedihya berharap suatu hari nanti Tuhan juga akan mempertemukan saya dengan seorang Godly man. dan biarlah selama masa penantian ini, saya juga dipersiapkan menjadi Godly woman.

    • Ribka Purba says:

      Galau mau ngasi 3 aor 4 stars, since this book has so much plus point, but also a super predicted ending. So overall, i'll give 3,4 here, and yeah. Gatau sama sekali kalau genre Christian Romance itu ada di metropop, and it turns out good, gak terlalu maksa di soal kekristenan dan ayat alkitab dan semacamnya, gak terkesan "ngajarin", tapi tetap bisa menyelipkan makna kasihnya dengan baik. Enjoy it quite much, tapi perlu waktu 2 minggu buat beresin.

    • Adissti says:

      jodoh gak kemana. mungkin itu yang dialami Amayaskipun isi ceritanya Christiani Romance *beli gak baca notenya* tapi untuk inti ceritanya khas Stephanie Zen banget. Mendayu - dayu, mengharu biru bikin mata bengkak.Sosok Amaya yang gagal move on.Dirga yang penuh penyesalan dan agamis.Semua diserahkan ke tangan Tuhan.Jalan Tuhan memang tidak pernah salah.Karena semua akan indah pada waktunya :)

    • Marsha Annisa says:

      alur nya maju mundur maju mundur , cantiiiqqqq . . . xDyaps tapi emang begitu, alurnya maju mundur tp tetap dikisahkan dengan cantik.tentang amaya dan ihir brondong kecenya , setuju banget sama inti dari novel ini bahwa sesuatu terjadi pasti ada alasannya :)nice ending , walo walo walo uhhh ketebak :(yayaii tapi gapapa sih , yang penting amaya tetep ama brondongnya , akakakk :D

    • Yomi Hanna says:

      Ah, indahnya kisah yg ada di novel ini! Menegur sekali soal iman dan penyerahan penuh sama Tuhan untuk urusan apapun bahkan cecintaan. Meski ini kisah fiksi, tapi kenyataannya begitulah Tuhan bekerja, meski setiap orang pasti tidak punya cerita yg sama. Terima kasih Stephanie Zen untuk cerita manis ini, sukses utk novel kamu yg lain ya!

    • Elsa Fransisca says:

      "Kamu tahu kan, jika kamu berdoa, mungkin Tuhan tidak akan memberikan jawabannya sekarang atau dalam waktu dekat. Bisa jadi bertahun-tahun lagi baru Dia memberikan jawaban, dan mungkin jawaban-Nya juga tidak seperti yang kamu harapkan. Tapi percayalah pada-Nya, ya? Dia tahu jawaban yang tepat, dan waktu yang tepat. His answer is worth the wait."

    • Veronica says:

      Bukunya sangat kristen sekali utk ukuran metropopBanyak ajaran kristiani yg disebutkan di situIntinya bagus bagaimana kerelaan seseorang utk berserah seutuhnya pada kehendak Tuhan disaat menginginkanCrita dirga dan amaya yg saling mencinta tp cuman bisa saling mendoakan

    • YulianaPermata Sari says:

      I like this. Tapi endingnya itu lohhhhTolong tolong cari ending yang lebih asik terutama bagian pernikahan Caleb dan Amayathelittlepresent/

    • Christyviera Supriyadi says:

      Dari semua bukunya Stephanie Zen yang sudah saya baca, buku ini adalah buku favorit sayasan pesan moril yang ada di dalamnya menyentil hati saya.Kisah yang memberi pelajaran bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.dan"Kalau jodoh ga akan kemana"

    • Putri Natalia says:

      ternyata ga semembosankan yang gw bayangkan kita ga diajak menebak2 perasaan tokohnya. Bagian yang aku suka dari buku ini adalah saat pertemuan terakhir Amaya dan Dirga di Singapura yang memperlihatkan betapa mereka sangat mencintai Tuhan.

    • Ruth says:

      Dirga emang beda! Pengen banget bisa kayak Aya :'3

    • Lily Zhang says:

      i love Dirga's characterolah-olah saya melihat sebagian diriku pada diri Dirga namun beda banget sama kualitas Dirga yang emang di atas rata-rata. we love Lord more than we love someone ;)

    • Fanny Roswita Ria says:

      "Tak ada sesuatu yang namanya kebetulan"Diluar ekspektasi dr awal baca, dan penuh dengan banyak konflik antara hero dan heroinenya.ce story

    • Novilia Anggie says:

      Can just say this an interesting noveljust visit my blog for more review hehehe rasberrypuffyemmily.c

    • Nisilia Sari says:

      endingnya gak terduga keren

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *